Apa dan Mengapa Self-Healing
Apa Self-Healing?
hasil sharing di grup menulis online
sumber: kelas @yuknulis
oleh :@mata.syakee
Self-Healing adalah sebuah proses memulihkan kembali diri (biasanya dari gangguan-gangguan psikologis, trauma, dsb.), yang dimotivasi dan dirancang sendiri oleh individu, biasanya dipandu hanya oleh instingnya sendiri. (Sumber: wikipedia)
Artinya Self-Healing menekankan bahwa individu sejatinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari luka-luka yang ia alami. Kalau itu luka yang sifatnya fisik, lama-kelamaan kondisi tubuh kita akan kembali ke semula. Begitu juga dengan kondisi psikologis, seharusnya tidaklah jauh berbeda. Diri kita seharusnya memiliki cara untuk sembuh dari luka psikologis dengan sendirinya.
Sama halnya ketika kita menjadi penuh kemarahan karena luka psikologis dari masa lalu kita, maka kita pun sebenarnya bisa menyembuhkannya, alih-alih membiarkan luka itu mengganggu kehidupan kita. Jadi, ketika membiarkannya membuat kita mengalami gangguan psikologis, mengobatinya mengarahkan kita untuk lebih sejahtera secara psikologis.
Sayangnya, kita kadang tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengobati luka itu. Oleh karena itu, datang ke tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau konselor dapat menjadi cara untuk menemukan jalan yang tepat dalam menyembuhkan luka kita.
Jika tidak mungkin, maka Self-Healing ini dapat menjadi langkah awal dalam proses pengobatan kita sebelum menemui profesional. Sebab, bagaimanapun baiknya Self-Healing tetap dibutuhkan pengawasan dari tenaga profesional apabila berurusan dengan luka yang sudah sangat mengakar.
Sampai di sini, saya harap cukup jelas makna dari self-healing itu ya. 😊
Mengapa Self-Healing penting dilakukan?
Kembali lagi ke awal kalau Self-Healing fungsinya adalah mengobati diri. Jadi, sudah pasti kita butuh melakukannya ketika kita merasa ada yang tidak nyaman di diri kita. Baik itu dalam pikiran maupun perasaan kita. Healing berguna untuk menyembuhkan, mengembalikan pikiran dan perasaan kita ke kondisi seharusnya. Dari yang tadinya mudah cemas, kalut, marah-marah, kesal, sedih berkepanjangan, jadi tidak merasa demikian lagi.
Kita butuh demi diri kita sendiri, bukan orang lain. Kita melakukannya untuk kesembuhan diri kita, bukan demi orang lain. Meskipun hasilnya nanti akan bermanfaat pada hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, seperti orang tua, anak, pasangan, teman, saudara, dan lainnya, Self-Healing utamanya berfungsi menemukan dan menciptakan kedamaian dalam diri kita masing-masing. Kita yang merasa baik-baik saja dengan kehidupan kita. Tidak lagi merasa bersalah, malu, kecewa dengan apa yang terjadi.
Self-Healing tidak menjadikan kita lupa akan peristiwa yang membuat kita marah. Self-Healing menekankan pada perubahan dalam reaksi kita kalau mengingat kembali kejadian yang sudah kita alami. Jadi, mengubah yang tadinya benci menjadi reaksi yang lebih netral atau lebih positif.
Jadi, kita yang butuh agar kesehatan mental kita tetap terjaga.
Bagaimana Mengawali Self-Healing ?
Satu kunci penting ketika kita ingin memulai proses kesembuhan adalah adanya motivasi yang kuat dari dalam diri untuk “sembuh”. Motivasi yang berasal dari dalam diri, bukan hanya dorongan dari lingkungan untuk mengubah diri kita.
Motivasi ini sebenarnya penting untuk semua perubahan yang ingin kita lakukan dalam kehidupan. Seperti saat kita sakit flu, maka keinginan untuk sembuh dari flu inilah yang menuntun kita untuk bertemu dokter dan meminum obat. Ingin ini adalah wujud dari motivasi. Motivasi untuk kembali sehat dan tidak mau berlama-lama dalam kondisi sakit membuat kita mencari pertolongan dan konsisten meminum obat.
Hal yang sama ketika kita ingin menyembuhkan luka psikologis kita. Tanpa motivasi yang kuat dari dalam diri, akan percuma terapi atau proses penyembuhan yang kita jalani. Biasanya malah membuat kita tidak sampai pada garis finis yang kita inginkan atau terhenti di tengah jalan.
Seringkali saat bertemu klien secara langsung pun saya akan menanyakan ini dulu sebelum melanjutkan sesi. “Apa yang membuatnya datang ke psikolog?” Sebab ini akan menunjukkan apa motivasinya dalam mencari pertolongan dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuknya. Motivasi juga menentukan kepatuhannya untuk mengerjakan tugas dan hadir di sesi konseling berikutnya.
Maka saat kita melakukan Self-Healling, motivasi diri adalah kunci utamanya. Motivasi yang kuat akan menentukan tingkat keberhasilan kita dalam menyembuhkan diri.
Apa Self-Healing?
hasil sharing di grup menulis online
sumber: kelas @yuknulis
oleh :@mata.syakee
Self-Healing adalah sebuah proses memulihkan kembali diri (biasanya dari gangguan-gangguan psikologis, trauma, dsb.), yang dimotivasi dan dirancang sendiri oleh individu, biasanya dipandu hanya oleh instingnya sendiri. (Sumber: wikipedia)
Artinya Self-Healing menekankan bahwa individu sejatinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari luka-luka yang ia alami. Kalau itu luka yang sifatnya fisik, lama-kelamaan kondisi tubuh kita akan kembali ke semula. Begitu juga dengan kondisi psikologis, seharusnya tidaklah jauh berbeda. Diri kita seharusnya memiliki cara untuk sembuh dari luka psikologis dengan sendirinya.
Sama halnya ketika kita menjadi penuh kemarahan karena luka psikologis dari masa lalu kita, maka kita pun sebenarnya bisa menyembuhkannya, alih-alih membiarkan luka itu mengganggu kehidupan kita. Jadi, ketika membiarkannya membuat kita mengalami gangguan psikologis, mengobatinya mengarahkan kita untuk lebih sejahtera secara psikologis.
Sayangnya, kita kadang tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengobati luka itu. Oleh karena itu, datang ke tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau konselor dapat menjadi cara untuk menemukan jalan yang tepat dalam menyembuhkan luka kita.
Jika tidak mungkin, maka Self-Healing ini dapat menjadi langkah awal dalam proses pengobatan kita sebelum menemui profesional. Sebab, bagaimanapun baiknya Self-Healing tetap dibutuhkan pengawasan dari tenaga profesional apabila berurusan dengan luka yang sudah sangat mengakar.
Sampai di sini, saya harap cukup jelas makna dari self-healing itu ya. 😊
Mengapa Self-Healing penting dilakukan?
Kembali lagi ke awal kalau Self-Healing fungsinya adalah mengobati diri. Jadi, sudah pasti kita butuh melakukannya ketika kita merasa ada yang tidak nyaman di diri kita. Baik itu dalam pikiran maupun perasaan kita. Healing berguna untuk menyembuhkan, mengembalikan pikiran dan perasaan kita ke kondisi seharusnya. Dari yang tadinya mudah cemas, kalut, marah-marah, kesal, sedih berkepanjangan, jadi tidak merasa demikian lagi.
Kita butuh demi diri kita sendiri, bukan orang lain. Kita melakukannya untuk kesembuhan diri kita, bukan demi orang lain. Meskipun hasilnya nanti akan bermanfaat pada hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, seperti orang tua, anak, pasangan, teman, saudara, dan lainnya, Self-Healing utamanya berfungsi menemukan dan menciptakan kedamaian dalam diri kita masing-masing. Kita yang merasa baik-baik saja dengan kehidupan kita. Tidak lagi merasa bersalah, malu, kecewa dengan apa yang terjadi.
Self-Healing tidak menjadikan kita lupa akan peristiwa yang membuat kita marah. Self-Healing menekankan pada perubahan dalam reaksi kita kalau mengingat kembali kejadian yang sudah kita alami. Jadi, mengubah yang tadinya benci menjadi reaksi yang lebih netral atau lebih positif.
Jadi, kita yang butuh agar kesehatan mental kita tetap terjaga.
Bagaimana Mengawali Self-Healing ?
Satu kunci penting ketika kita ingin memulai proses kesembuhan adalah adanya motivasi yang kuat dari dalam diri untuk “sembuh”. Motivasi yang berasal dari dalam diri, bukan hanya dorongan dari lingkungan untuk mengubah diri kita.
Motivasi ini sebenarnya penting untuk semua perubahan yang ingin kita lakukan dalam kehidupan. Seperti saat kita sakit flu, maka keinginan untuk sembuh dari flu inilah yang menuntun kita untuk bertemu dokter dan meminum obat. Ingin ini adalah wujud dari motivasi. Motivasi untuk kembali sehat dan tidak mau berlama-lama dalam kondisi sakit membuat kita mencari pertolongan dan konsisten meminum obat.
Hal yang sama ketika kita ingin menyembuhkan luka psikologis kita. Tanpa motivasi yang kuat dari dalam diri, akan percuma terapi atau proses penyembuhan yang kita jalani. Biasanya malah membuat kita tidak sampai pada garis finis yang kita inginkan atau terhenti di tengah jalan.
Seringkali saat bertemu klien secara langsung pun saya akan menanyakan ini dulu sebelum melanjutkan sesi. “Apa yang membuatnya datang ke psikolog?” Sebab ini akan menunjukkan apa motivasinya dalam mencari pertolongan dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuknya. Motivasi juga menentukan kepatuhannya untuk mengerjakan tugas dan hadir di sesi konseling berikutnya.
Maka saat kita melakukan Self-Healling, motivasi diri adalah kunci utamanya. Motivasi yang kuat akan menentukan tingkat keberhasilan kita dalam menyembuhkan diri.
Ran.. bahas ttg teori donk
BalasHapus